RSS

Khutbah Aidiladha AS Panji Gumilang pada 10 Dzulhijjah 1430H bersamaan 27 November 2009

03 Dec

Ini merupakan khutbah yang disampaikan oleh Syaykh Maahad al-Zaytun – AS Panji Gumilang bersempena Aidiladha 1430H.

Khutbah ini SJ dapati daripada website Tokoh Indonesia. Untuk pengetahuan semua, majalah dan website Tokoh Indonesia merupakan salah satu media yang menyokong AS Panji Gumilang ( Maahad al-Zaytun), Nurcholish Madjid, Ulil Absar Abdallah, Jaringan Islam Liberal (JIL) dan gerakan Pluralisme di Indonesia.

Teruskan membaca dan anda akan dapati khutbah ini penuh dengan kesesatan dan muslihat SYAITAN.

MILLAH IBRAHIM

SEBAGAI INDUK AGAMA SAMAWI

Pendahuluan

Pesan takwa kepada Allah S.W.T. dan menjauhi kejahatan, menjadi inti utama khutbah/taushiyah, yang disampaikan kepada jamaah oleh imam/khatib, sebab: Bertakwa kepada Tuhan Y.M.E., itulah pencapaian hikmat, dan menjauhi kejahatan, itulah kematangan akal budi.

Hikmat adalah: Kepintaran dan kepiawaian mencapai hasil, menyusun rencana yang benar untuk mencapai hasil yang dikehendaki. Tempat kedudukan hikmat adalah hati, pusat keputusan moral dan intelektual.

Karenanya, memperoleh hikmat adalah: Memperoleh pengertian, yang dikumpulkan dari pengetahuan tentang berbagai ajaran ilahi dan menerapkannya dalam hidup sehari-hari, merupakan gabungan antara pengetahuan maupun pengertian dengan ketaatan, yang dipandu oleh penekanan bimbingan dari para nabi Allah.

Dari kepercayaan kepada semua itu maka timbullah ungkapan lahiriah/jasadiah yang sering disebut sebagai ibadah/dharma bhakti, atau sering disebut sebagai agama. Respon umat manusia terhadap ketakwaan kepada Tuhan Y.M.E berefek pada timbulnya berbagai bentuk dan macam ibadah (peribadatan) dan wujudnya berbagai agama.

Dalam hal ini menjadi mustahil suatu agama akan menjadi dominan dengan totalitas tunggal dalam menata kehidupan moral maupun sosial. Namun jika para penganut agama-agama (umat manusia) terus berkemauan merujuk kepada ajaran Ilahi, maka agama-agama (umat manusia) akan dapat masuk dalam lingkaran kebersamaan dalam usahanya mencapai tatanan moral maupun sosial kehidupan ini. Interdependensi umat manusia, ternyata harus merambah sampai ke dalam ranah keberagamaan.

Sasaran Ajaran Ilahi

Oleh sebab itu sasaran ajaran ilahi adalah: rahmatan lil ‘alamin, yang maknanya: Rahmat-Nya merambah segala penghuni alam raya ini, maknanya rahmat Ilahi itu tidak eksklusif bagi kelompok maupun kultur tertentu saja, namun sangat majemuk, merambah bagi segala umat manusia yang fitrahnya multikultural.

Karenanya memaknai rahmatan lil ‘alamin seharusnya bukan universalistik, sebab universalistik itu mengandung makna ke arah totalistik tunggal, yang sesungguhnya bertolak belakang dengan fitrah manusia yang multikultural.

Misi ajaran Ilahi adalah rahmatan lil ‘alamin, dari sejak dikumandangkan oleh para nabi Allah hingga kapanpun, para nabi Allah selalu merujuk tuntunannya kepada ajaran Ilahi yang sama. Sekalipun pada prakteknya para pengikut nabi-nabi yang kemudian mengelompok dalam berbagai agama yang kita saksikan kini banyak terjadi “perbedaan” penghayatan maupun interpretasi.

Mengimani Keberadaan Para Nabi adalah Ajaran Ilahi

Para nabi Allah menurut keyakinan dan iman yang diajarkan oleh ajaran Ilahi yang terkandung di dalam Al-Qur’an adalah wajib diimani keberadaannya. Lebih detail lagi ajaran Al-Qur’an secara rinci menyebut nama sebagian mereka yang mesti diimani itu, dari Adam a.s. (nabi pertama) sampai dengan Nabi Muhammad S.A.W. nabi terakhir, walaupun masih ada nama-nama nabi selain sejumlah yang disebutkan itu.

Dalam hal ini Islam mengajarkan penekanan penghormatan kepada para nabi dan dengan segala ajaran Ilahi yang dibawanya. Sebagai ungkapan penghormatan, dalam setiap menyebut nama nabi Allah itu seorang muslim ditekankan agar selalu mengiringi sebutannya itu dengan ungkapan do’a baginya, seperti: alaihis salam atau alaihi sholatu wassalam, yang maknanya: Semoga Tuhan selalu melimpahkan keselamatan dan kedamaian padanya.

Sebagai nabi besar, yang menerima perjanjian Tuhan, Ibrahim a.s. memainkan peranan yang unik, baik dalam tradisi Islam maupun Yahudi.

  • Di dalam Islam, orang beriman diperintah Tuhan agar bersalawat dan berdo’a selamat untuk nabi (Al-Qur’an), kemudian Nabi Muhammad S.A.W. mengajarkan matan lafalnya kepada sahabat beliau:

قولوا:اللهم صلى على محمد وعلى ال محمد كما صليت على ابراهيم

وبارك على محمد وعلى ال محمد كما باركت على ابراهيم

Yang artinya:

Dalam bershalawat ucapkan:

Semoga Tuhan mencurahkan rahmat dan berkat-Nya kepada Nabi Muhammad sebagaimana Tuhan mencurahkan rahmat dan berkat-Nya kepada Nabi Ibrahim.

Rahmat dan berkat Tuhan untuk Ibrahim a.s. menjadi acuan dalam ungkapan do’a shalawat tersebut. Sebab berbagai tuntunan dan bimbingan keagamaan dalam agama Islam banyak mengacu kepada millah Ibrahim (agama Ibrahim).

Ibrahim a.s. sebagai panutan keagamaan, sekaligus silsilah kenabian atau pribadi nabi-nabi Allah. Nabi Muhammad S.A.W. bernasab kepada silsilah Ibrahim a.s. dari putra beliau Nabi Ismail a.s. sedangkan nabi-nabi bani Israel bernasab kepada Ibrahim a.s. dari putra beliau Nabi Ishak a.s.

  • Selanjutnya tradisi sunat (khitan) bagi pria, merupakan amalan yang mesti dilaksanakan oleh kalangan muslim, orang-orang Ibrani (Yahudi) juga melakukan amalan ini.

Sering kita dengar seseorang muslim merasa risi dan belum tenang jika putranya belum dikhitan. Juga kepada seseorang pria yang baru memeluk Islam, hal yang sering dipertanyakan adalah, sudah dikhitan atau belum?

Tradisi sunat (khitan) menjadi sangat penting, sekalipun dalam kitab fikih tidak dibahas secara detail.

Sesungguhnya tradisi sunat (khitan) yang yang telah mengakar ini muaranya adalah dari Nabi  Ibrahim a.s.. Kutipan dari Suhuf Ibrahim yang terhimpun dalam alkitab perjanjian lama, surat Kejadian 17:9-14, terjemahannya antara lain sebagai berikut: Firman Allah kepada Ibrahim:

“Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun9 – Inilah perjanjian-Ku yang harus kamu pegang, perjanjian antara aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat (dikhitan)10. Haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu11. Anak yang berumur 8 hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun , baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu12. Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang  harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal13. Dan orang-orang  yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khitannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya, ia telah mengingkari perjanjian-Ku14.

Perjanjian Tuhan tentang sunat (khitan) ini terjadi tatkala Ibrahim a.s. berumur 99 tahun, sedangkan Ismail a.s. berumur 13 tahun (Kej. 7:24-25). Semua perjanjian ini dilaksanakan pada dirinya, putranya (Ismail) dan seluruh kaum laki-laki yang di bawah tanggung jawabnya.

Millah Ibrahim tentang sunat (khitan) ini menjadi tradisi (sunnah) yang terus dilaksanakan dalam Islam, yang tujuannya adalah untuk mencapai ridha Ilahi, sebagai pertanda kedudukan di hadapan Ilahi, bukan semata-mata tradisi yang bersifat sosial.

Sunat/khitan menjadi penjelmaan, penerapan janji, dan mengajak orang untuk hidup dalam ketaatan sesuai dengan perjanjiannya kepada Tuhan. Sebagian orang jawa menamakan sunat/khitan dengan nama “selam” (mungkin Islam) berarti ketaatan atau penyerahan diri.

Tertumpahnya darah dalam sunat merupakan ungkapan tuntunan yang mahal yang dibuat oleh Allah bagi mereka yang dipilih dan dipanggil-Nya dan dicirikan dengan tanda perjanjian-Nya itu (khitan).

Ajaran sunat ini juga menuntut realitas penerapan hidup keseharian, agar seseorang sesuai  dengan tanda perjanjiannya dengan Tuhan, dari mengingatkan bahwa tanpa kenyataan berupa ketaatan kepada Tuhan , maka tanda sunat itu menjadi  hampa arti.

Selanjutnya tentang ajaran kurban.

Idul Kurban, yang hari ini kita rayakan, dengan melaksanakan shalat dan disusul dengan pemotongan binatang kurban merupakan tuntunan Nabi Muhammad S.A.W. yang dirujuk dari ajaran Ilahi yang telah dicontohkan oleh nabi Allah Ibrahim a.s. yang dalam Al-Qur’an diistilahkan dengan “millah Ibrahim”. Ibrahim yang berarti: bapak sejumlah besar bangsa, perubahan dari nama awal Abram yang berarti “bapak yang dimuliakan”. Hidupnya dijadikan teladan iman terhadap Tuhan oleh lapisan orang-orang muslim, baik Islam, Yahudi, juga Nasrani.

Pada Idul Kurban kali ini ingin disampaikan tentang kesinambungan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad S.A.W., dengan ajaran Nabi Ibrahim a.s. , bukan tentang riwayatnya yang sebagian (kalangan Islam) menetapkan bahwa putra yang akan dikorbankan itu adalah Ismail a.s. bersumber daripada nash Al-Qur’an 37:102:

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

Dalam ayat ini tidak secara shorih menyebut nama Ismail a.s. namun oleh mufassir dengan isyarat anak yang sudah sampai batas umur dapat/sanggup berusaha, yang sudah mampu diajak tukar pikiran ketika firman pengorbanan itu turun, Ismail a.s. sudah mencapai umur ± 16/17 tahun, sedangkan Ishak baru berumur sapih ± 4 tahun. Penafsir ayat ini menetapkan Ismail a.s. yang dimaksud dengan perintah Tuhan itu.

Sedangkan pihak lain bersumber dari Suhuf yang terdapat dalam Perjanjian Lama Kej. 22:2, ayat ini dengan jelas menyebut nama: anak tunggal yakni Ishak a.s.. Dari kebiasaan yang berlaku pada zaman itu, putra yang dianggap dapat menjadi putra mahkota penerus kepemimpinan adalah anak yang dihasilkan dari pernikahan yang resmi, bunda Sarahlah yang dikatagorikan istri resmi, sedangkan bunda Hajar adalah wanita Mesir yang dijadikan pembantu oleh Sarah untuk keluarga Ibrahim a.s.. Tatkala keluarga Ibrahim a.s. dan Sarah menyimpulkan bahwa mereka mandul maka Sarah mempersilakan Ibrahim untuk menikahi Hajar pembantunya itu, dan itu menurut budaya pada zamannya sebagai istri yang tidak dapat mewariskan anak sebagai putra mahkota.

Kedua-dua sumber ini tampaknya terdapat “perbedaan” dalam menyebut nama putra yang dikorbankan. Namun dalam prinsip kesediaan menerima ujian besar itu, jawaban dari putra yang akan dikorbankan itu adalah sama, baik dari sumber pertama maupun sumber kedua, yakni, taat setia dengan penuh kesabaran, melaksanakan perintah Tuhan untuk dijadikan korban sembelihan.

Prinsip tunduk patuh, pasrah, dan berserah diri secara tulus kepada Tuhan dengan segala kudrat dan iradat-Nya sebagaimana yang dilakukan oleh Ibrahim a.s. dan kedua putra baginda Ismail a.s. dan Ishak a.s. dalam menerima perintah-Nya melaksanakan penyembelihan terhadap putranya kemudian putranya pun menyambut dengan tulus dan setia hati untuk menerimanya. Sehingga oleh Allah, Ibrahim a.s. yang tulus itu dikisahkan dalam Al-Qur’an S. 3:67

Bahwa Ibrahim bukanlah orang Yahudi dan bukan pula orang Nasrani, namun dia adalah orang yang lurus, lagi berserah diri kepada Allah (muslim) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang musyrik.

Agama seluruh nabi keturunan Ibrahim a.s. khususnya anak cucu Ya’kub a.s. (bani Israel), dilukiskan oleh Allah dalam kitab suci Al-Qur’an S. 2:133.

Adakah kamu menyaksikan tatkala maut datang kepada Ya’kub, dan ketika ia bertanya kepada anak-anaknya: Apakah yang akan kamu sembah sepeninggalku? Mereka menjawab: Kami menyembah Tuhanmu dan Tuhan leluhurmu Ibrahim, Ismail, dan Ishak, dan kepada-Nya kami semua pasrah (muslimun).

Kemudian, Nabi Musa digambarkan melalui pertobatan Fir’aun bahwa Nabi Musa, membawa ajaran agar manusia pasrah (muslim) kepada Tuhan. Fir’aun berusaha tobat setelah melihat kebenaran, dilukiskan oleh kitab suci Al-Qur’an S. 10:90.

Aku percaya bahwa tiada Tuhan kecuali yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang yang pasrah.

Juga digambarkan tentang Nabi Isa dan para pengikutnya, menunjukkan bahwa agama yang diajarkannya pun adalah agama yang mengajarkan sikap pasrah kepada Allah, diurai dalam Al-Qur’an S. 3:52:

Maka tatkala Isa merasakan keingkaran mereka (kaumnya) berkatalah ia: Siapakah yang akan menjadi pendukungku kepada Allah? Para pengikut setianya menjawab: Kamilah para pendukung (menuju Allah), kami beriman kepada Allah dan saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (muslimun).

Semua agama yang benar adalah agama yang mengajarkan sikap pasrah kepada Allah.  Karenanya setiap orang beragama juga seorang muslim, tetap dituntut untuk terus mengembangkan dalam dirinya kemampuan dan kemauan untuk tunduk patuh serta pasrah dan berserah diri kepada Tuhan dengan setulus hatinya, hanya dengan itu keagamaan seseorang dapat diterima oleh Allah. Islam dalam pengertian seperti ini mesti dengan iman, seperti Ibrahim a.s. yang seluruh hidupnya membuktikan, bahwa ia sungguh-sungguh percaya kepada Allah dengan iman yang mendalam dan pasrah yang sepenuhnya. Dan itulah Islam.

–        اللهم صل على محمد وسلم ورضى الله تعالى عن كل صحابة رسول الله أجمعين والحمد لله رب العالمين.

–        اللهم أنت السلام، ومنك السلام، وإليك يعود السلام، فحينا ربنا بالسلام، وأدخلنا الجنة دار السلام، تباركت ربنا وتعاليت يا ذا الجلال والإكرام.

–        اللهم رحمتك نرجو فلا تقلنا إلى أنفسنا طرفة عين وأصلح لنا شؤوننا كلها لا إله إلا أنت.

–        اللهم اجعلنا من المتقين الأبرار وأسكنّا معهم فى دار القرار, دار السلام ودار الإسلام للأبرار.

–        اللهم وفقنا بحسن الإقبال عليك والإصغا إليك ووفقنا للتعاون فى طاعتك والمبادرة إلى خدمتك وحسن الأداب فى معاملتك والتسليم لأمرك والرضا بقضائك والصبر على بلائك والشكر لنعمائك  واغفر لنا ولوالدينا ولجميع المسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات برحمتك يا أرحم الراحمين وصلى الله على محمد وأله أجمعين.

–        اللهم إنا نعوذ بك من الهم والحزن ونعوذ بك من العجز والكسل ونعوذ بك من البخل والجبن ونعوذ بك من غلبة الدين وقهر الرجال.

–        اللهم نسألك الهدى والتقى والعفاف والغنى

–        اللهم اغفر لنا وارحمنا واهدنا وعافنا وارزقنا رزقا حلالا طيبا

–        اللهم إنا نعوذ بك من زوال نعمتك وتحول عافيتك وفجأة نقمتك وجميع سختك.

–        اللهم إنا نعوذ بك من علم لا ينفع ومن قلب لا يخشع ومن نفس لا يسبع ومن دعوة لا يستجاب لها يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك.

–        اللهم إنا نسألك الجنة وما قرب إليها من قول وعمل ونعوذ بك من النار وما قرب إليها من قول وعمل ونسألك من الخير كله عاجله وأجله وما علمنا منه وما لم نعلم ونعوذ بك من جهد البلاء ودرك الشقاء وسوء القضاء وشماتة الأعداء.

–        اللهم أت أنفسنا تقواها وزكها, أنت خير من زكاها, أنت وليها ومولاها.

–        اللهم لك أسلمنا وبك آمنا وعليك توكلنا وإليك أنبنا وبك خاصمنا.

–        اللهم إنا نعوذ بعزة لا إله إلا أنت. أنت الحى الذى لا يموت والمخلوق كله يموت.

–        اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات.

–        ربنا تقبل منا إنك أنت السميع العليم وتب علينا إنك أنت التواب الرحيم.

–        ربنا أتنا فى الدنيا حسنة وفى الأخرة حسنة وقنا عذاب النار.

–        سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين

هذا والله يرعانا ويحفظنا والحمد لله رب العالمين

Al-Zaytun, 10 Dzu al-Hijjah 1430 H

27 November 2009 M

Syaykh al-Zaytun,

A. S. Panji Gumilang.

Ulasan SUARAJAGAT

1. Apabila AS Panji Gumilang menyatakan :

Dalam hal ini menjadi mustahil suatu agama akan menjadi dominan dengan totalitas tunggal dalam menata kehidupan moral maupun sosial. Namun jika para penganut agama-agama (umat manusia) terus berkemauan merujuk kepada ajaran Ilahi, maka agama-agama (umat manusia) akan dapat masuk dalam lingkaran kebersamaan dalam usahanya mencapai tatanan moral maupun sosial kehidupan ini. Interdependensi umat manusia, ternyata harus merambah sampai ke dalam ranah keberagamaan.

Kata-kata beliau ini jelas bertentangan dengan firman ALLAH s.w.t dalam surah Ali Imran ayat 19 yang bermaksud “Sesungguhnya agama yang diredhai ALLAH ialah Islam”.

Secara tidak langsung ungkapan kata beliau ini menolak  Islam sebagai satu-satunya agama yang hak.

2. Mengapa perlunya menjadikan Old Testament (Perjanjian Lama) sebagai dalil dalam penghujahan beliau?

Bukankah kita sedia maklum bahawa isi kandungan Old Testament dan New Testament yang ada kini adalah hasil tulisan manusia dan bukan lagi yang asal diturunkan oleh ALLAH kepada Rasul-NYA.

3. Adalah amat dangkal dan satanic apabila beliau merujuk ayat-ayat dalam Genesis (Kejadian : Perjanjian Lama) sebagai Suhuf Ibrahim kerana ianya adalah tulisan manusia dan bukannya Suhuf yang diturunkan ALLAH kepada Nabi Ibrahim a.s.  Harus diingat bahawa Perjanjian Lama bukanlah firman ALLAH.

Adalah mustahil Suhuf yang diberikan oleh ALLAH kepada Nabi Ibrahim a.s menceritakan tentang kehidupan Baginda kerana sudah pastinya Suhuf mengandungi perintah, suruhan dan larangan ALLAH S.W.T.

4. AS Panji Gumilang menggunakan perkataan ‘Sedangkan’ untuk membandingkan firman ALLAH di dalam al-Quran dengan ayat yang terdapat dalam Perjanjian Lama. Penggunaan perkataan ‘Sedangkan’ ini jelas menunjukkan bahawa beliau lebih meyakini Old Testament berbanding al-Quran.

5. Beliau mempermainkan firman-firman ALLAH di dalam al-Quran untuk menunjukkan bahawa Islam, Yahudi dan Kristian kesemuanya adalah Muslim. Beliau turut menyebut “Karenanya setiap orang yang beragama juga seorang muslim,”.

Walhal ayat-ayat tersebut hanya merujuk kepada Yahudi dan Nasrani yang wujud pada zaman Rasul-rasul itu sahaja.

Tidak mungkin Yahudi dan Kristian hari ini juga boleh di anggap muslim walhal mereka tidak mengucapkan 2 kalimah syahadah.

Hal ini jelas bertentangan dengan ayat 19 di dalam surah Ali-Imran bermaksud “Sesungguhnya agama yang diredhai ALLAH ialah Islam”.

Kesimpulannya, khutbah ini jelas menunjukkan bahawa AS Panji Gumilang seorang Pluralis dan membawa kefahaman Islam Liberal .

Maahad al-Zaytun adalah pesantren yang sesat lagi menyesatkan!


 

31 responses to “Khutbah Aidiladha AS Panji Gumilang pada 10 Dzulhijjah 1430H bersamaan 27 November 2009

  1. Antijumud

    04/12/2009 at 12:00 pm

    Al Baqarah:62.

    Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

     
    • SUARAJAGAT

      04/12/2009 at 2:26 pm

      ALLAH s.w.t berfirman dalam surah Ali-Imran ayat 100 yang bermaksud:

      “Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu taat akan sesuatu puak dari orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberikan Kitab itu, nescaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang-orang kafir sesudah kamu beriman.”

       
  2. Antijumud

    05/12/2009 at 2:23 am

    يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن تُطِيعُواْ فَرِيقً۬ا مِّنَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَـٰبَ يَرُدُّوكُم بَعۡدَ إِيمَـٰنِكُمۡ كَـٰفِرِينَ

    Lansung tidak ada perkataan yahudi atau nasrani sahabatku…… jangan sekadar membaca terjemahan, fahami arabnya, moga Allah pandaikan, jangan sekadar menuduh fahami isu patinya, moga Allah pandaikan……

    *isi pati

     
    • SUARAJAGAT

      05/12/2009 at 7:32 am

      Ya..benar..dalam ayat tersebut tidak disebut yahudi dan nasrani secara direct. kerana itu di dalam tafsir disebutkan yahudi dan nasrani di dalam bracket.

      andai sekadar membaca terjemahan, ayat tersebut akan menjadi,

      “Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu taat akan sesuatu puak dari orang-orang yang diberikan Kitab itu, nescaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang-orang kafir sesudah kamu beriman.”

      oleh yang demikian perkataan yahudi dan nasrani yang di-bracket-kan itu menunjukkan maksud sebenar siapakah orang-orang yang diberikan kitab itu.

      Ayat yang saya kemukakan itu juga sememangnya diturunkan oleh ALLAH s.w.t untuk mengingatkan tentang bahayanya mengikuti kaum Yahudi dan Nasrani. Mari sama-sama melihat asbabul nuzul ayat 99-103 surah Ali-Imran.

      Seorang Yahudi bernama Syash bin Qais lalu dihadapan kaum Aus dan Khasraj yang sedang berbual-bual. Dia merasa benci dengan keintiman mereka kerana pada asalnya kedua kaum ini bermusuhan di antara satu sma lain.
      Kemudian, dia menyuruh seorang pemuda anak buahnya untuk ikut bersama mereka dan menjadi batu api dengan membangkitkan cerita tentang Aus dan Khazraj di zaman jahiliyyah pada zaman perang Bu’ats. Usaha yahudi ini telah menyebabkan Aus bin Qaizhi dari golongan Aus dan Jabbar bin Sakhr dari golongan Khazraj saling caci mencaci dan menimbulkan kemarahan kedua belah pihak sehingga hampir mencetuskan peperangan.
      Hal ini telah sampai ke pengetahuan Rasulullah s.a.w. Lalu turunlah ayat 100 surah Ali-Imran yang akhirnya mendamaikan kembali golongan Aus dan Khazraj.

      (Diriwayatkan daripada Ibnu Abbas r.a. Juga turut diriwayatkan daripada Zaid bin Aslam)

      Nah, sekarang kita lihat apakah benar ayat 62 surah al-Baqarah yang Antijumud gunakan itu benar-benar menyatakan bahawa yahudi dan nasrani hari ini juga seorang muslim?

      “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
      Al Baqarah:62.

      SJ mengajak pembaca untuk merujuk kepada asbabul nuzul ayat tersebut.
      Adapun, dalam riwayat dikemukakan bahawa Salman al-Farisi bertanya kepada Nabi Muhammad s.a.w tentang penganut agama yang pernah dianuti bersama mereka. Dia menerangkan cara sembahyang dan ibadatnya. Maka turunlah ayat yang di atas menerangkan bahawa orang-orang terdahulu sebelum kenabian Nabi Muhammad s.a.w, yang beriman kepada ALLAH dan hari akhirat serta melakukan amal soleh akan mendapat pahala daripada ALLAH s.w.t.
      (Diriwayatkan oleh al-Wahidi daripada Abdullah bin Katsir daripada Mujahid)

      Maka, siapakah yang sebenarnya yang hanya melihat kepada terjemahan? Atau sekadar menterjemahkan bahasa arab tanpa memahami intipati ayat tersebut?

      Sebenarnya AS panji Gumilang dan pendukung NII serta Islam Liberal yang mengambil terjemahan ayat al-Quran secara bulat-bulat dan mempermainkan ayat-ayat ALLAH.
      Mengapa AS Panji Gumilang menjadikan Old Testament sebagai hujah beliau walhal kita ketahui ia adalah tulisan manusia.

      Ingatlah. ALLAH s.w.t telah berfirman di dalam al-Quran bermaksud :

      “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak sekali-kali akan bersetuju atau suka kepadamu (wahai Muhammad) sehingga engkau menurut agama mereka (yang telah terpesong itu). Katakanlah (kepada mereka): “Sesungguhnya petunjuk Allah (Islam) itulah petunjuk yang benar”. Dan demi sesungguhnya jika engkau menurut kehendak hawa nafsu mereka sesudah datangnya (wahyu yang memberi) pengetahuan kepadamu (tentang kebenaran), maka tiadalah engkau akan peroleh dari Allah (sesuatupun) yang dapat mengawal dan memberi pertolongan kepada mu.”
      al-Baqarah : 120

      Ayat di atas diturunkan kerana kaum Yahudi dan Nasara Najran mengharapkan agar Nabi Muhammad s.a.w bersolat menghadap ke arah kiblat mereka. Mereka tidak senang apabila kiblat orang Islam berubah menghadap ke arah Kaabah.
      Di dalam ayat ini ALLAH menegaskan bahawa orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan merasa senang kepada Nabi Muhammad walaupun keinginan mereka itu dikabulkan. Mereka (yahudi dan nasrani) selamanya-lamanya tidak akan senang dengan Islam kerana apa yang mereka inginkan ialah menghapuskan Islam.
      (diriwayatkan oleh at-Tsalabi daripada Ibnu Abbas r.a)

       
  3. sukses

    05/12/2009 at 12:35 pm

    Jika dilihat pada penghujahan SJ lebih matang dan bersifat ilmiah berbanding dengan post oleh antijumud yang lebih kepada bersifat menegakkan benang yang basah. Bukan mencari kemenagan atau menewaskan yang kalah namun kebenaran itu matlamat utama. Dewasa ini begitu banyak doktrin-doktrin palsu mula melingkari benak pemikiran manusia sejagat, mereka perlu bijak membeda yang mana bathil dan hak dalam melusuri kehidupan yang hakiki.La Vrai Vie C’est Ailleurs,thanks.

     
    • Antijumud

      06/12/2009 at 8:51 pm

      Ne pas Provok, créer et présenter une preuve, Az-Zaytoun a continué de croître, mais vous? seulement dans le blog? Ce qui est diffamatoire de dire que la vie? Considérer non seulement les accusés, s’ils font appel à l’unité pourquoi pas?

       
      • SUARAJAGAT

        06/12/2009 at 9:03 pm

        Aduh..kalian menggunakan bahasa yang kebanyakkan pembaca di sini tidak fahami.
        kan lebih elok jika menulis dengan bahasa yang difahami oleh kebayakkan pembaca blog ini?

        apapun…SJ ucapkan terima kasih kepada sukses dan antijumud. Teruskan mengikuti perkembangan di sini.

         
      • SUARAJAGAT

        06/12/2009 at 9:32 pm

        apa yang dimaksudkan oleh antijumud ialah :

        “Do not Provoke, create and present evidence, Az-Zaytoun has continued to grow, but you? Only in the Blog? What is defamatory to say that life? Consider not only the accused, if they call for unity, why not?”

        My answer is..

        We never provoke. For your acknowledge, the Suarajagat Intelligent Team do have our present evidence. And this khutbah here is one of the evidence that shows the true colour of Syaykh al-Zaytun.

        Is it true that al-Zaytun is growing?
        if so, why rahmatan lil alamin mosque still not successfully completed?
        For 5 years it has been in the same situation.
        Winery to build a skyscraper building did not take that long.

        They are not calling for unity but they are calling for pluralisme.

         
      • MelayuKONON

        08/12/2009 at 12:06 pm

        Des preuves ont été décrits dans SJ, mais vous ne voulez pas accepter la décision.

         
      • SUARAJAGAT

        08/12/2009 at 1:13 pm

        Des preuves ont été décrits dans SJ, mais vous ne voulez pas accepter la décision.

        bermaksud :
        Bukti telah dijelaskan dalam SJ, tetapi anda tidak mahu menerima keputusan.

        Terima kasih MelayuKONON.

        bersabarlah.. semoga kita tetap di jalan kebenaran

         
      • anti suara jagat!

        19/12/2009 at 11:29 am

        blah la sj..nk bajet panadi..tp semua sumber pon tercari kat tenet..lainkali ayat2 Allah simpan dlm dada..nmpak sgt ko xberiman sepenuh nyer pada Allah..ape yg ko leh wat stakat kat blog ni menabur fitnah..antum sekalian nk percaya artikel sj atau artikel Allah yakni dlm AQ?renungkan la..
        utk sj:-sedikit pon ati aku xgetar dgn penulisan bodoh dan menjatuhkan kaum sendiri utk bankitkan islam ni..hurm..lu pk la sndiri..
        -whosna zoolyecar-

         
    • SUARAJAGAT

      06/12/2009 at 8:55 pm

      terima kasih sukses..
      walau siapapun anda, SJ doakan anda sentiasa berada dalam limpahan rahmat dan kebenaran dari-NYA.

       
  4. Antijumud

    05/12/2009 at 1:43 pm

    Al Maa’idah:48.
    Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,

    Apa-apa pun kita kembalikan kepada Al-Quran, nilai dengan Al-Quran, dan jika difahami apa yang disampaikan oleh AS tanPanji Gumilang bertepa dengan Al-Quran. Diambil petikan dari sumber lain namun turut di’scan’ dengan Al-Quran. Jika ayat Allah disalah mengertikan dan hadith doif dijadikan sandaran maka nilaikanlah sendiri.

    Bagus perjungan saudara, teruskan jika SJ rasa ini mampu memadamkan api cahaya yang mahu dibawa silakan, sekadar nasihat, kurangkan mengeji dan menfitnah, bawakan fakta dan dalil yang lebih tepat bukan sekadar kata manusia tapi kata-kata Allah.

    Al-Zaytun yang dikatakan sesat terus-menerus dengan program-program membantu ekonomi dan pendidikan masyarakat serta generasi akan datang, tanya pada kita apa yang kita sudah hasilkan?. Melihat blog saudara, ana rasa SJ pernah ditipu dan diperbodoh-bodohkan oleh mereka yang menyatakan mahu menegakkan perintah Allah, tapi pastikan dengan mata hati benarkah AS Panji Gumilang dan Al-Zaytun punya angkara? Atau angkara manusia-manusia yang tamakkan harta?

    Teruskan perjuanganmu, moga Allah pandaikan.

    *maaf banyak kesalahan bahasa kerana ana baru mengenal bahasa Melayu

     
    • SUARAJAGAT

      06/12/2009 at 2:09 am

      benarkah beliau meng’scan’ dengan al-Quran?
      kerana jelas kelihatan bahawa apa yang dilakukan oleh Panji Gumilang ialah al-Quran yang di’scan’ dengan old testament.
      Perkataan ‘Sedangkan’ yang digunapakai jelas menampakkan beliau cuba menafikan kebenaran al-Quran.

      Apabila membaca ayat 48 surah al-Maidah, maka untuk memahaminya kita amat perlu melihat juga kepada ayat ke 49 dan 50.

      ASBABUN NUZUL.
      Dalam suatu riwayat, yang diriwayatkan bersumber dari Ibnu Abbas r.a, dikemukakan bahwa Ka’ab bin Usaid mengajak ‘Abdullah bin Shuriya dan Syas bin Qais pergi menghadap Nabi Muhammad s.a.w untuk mencuba memalingkan Baginda dari agama Islam dengan berkata: “Hai Muhammad, engkau tahu bahwa kami pendeta-pendeta Yahudi, pembesar dan tokoh mereka. Jika kami menjadi pengikutmu pasti kaum Yahudi akan mengikuti jejak kami, sedang mereka tidak akan menyalahi kehendak kami. Kebetulan antara kami dengan mereka terdapat perselisihan. ‘kami mengharapkan agar engkau mengadilinya dan memenangkan kami dalam perkara ini. Dengan begitu kami akan beriman kepada mu.”
      Dan Nabi Muhamad s.a.w menolak permintaan mereka, lalu Jibril membacakan ayat surah al-Maidah tersebut.

      ALLAH s.w.t turut menegaskan,

      “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. ……”
      (surah al-Maidah :49)

      Ayat ini mengingatkan untuk tetap berpegang pada hukum Allah dan berhati-hati terhadap kaum Yahudi.

      Harus diingat. Al-Quran hanya membenarkan kitab terdahulu iaitu Zabur, Injil dan Taurat serta suhuf-suhuf yang asli, yang diturunkan kepada para nabi dan rasul terdahulu sebelum Rasulullah s.a.w. Bagaimanapun al-Quran tidak pernah membenarkan Old Testament dan New Testament yang ditulis oleh para pendeta dan paderi apatah lagi Old Testament dan New Testament yang ada pada hari ini.

      Ini kerana Old Testament dan New Testament yang ada pada hari ini adalah hasil ciptaan manusia sendiri.

      Artikel di bawah menerangkan sedikit sebanyak proses penulisan Old Testament dan Bible oleh tangan-tangan manusia.

      THE Old Testament is a collection of selected writings composed and edited by members of the Hebrew-Jewish community between the twelfth century B.C. and the beginning of the Christian era. It includes such diverse materials as prophetic oracles, teachings of wise men, instructions of priests and ancient records of the royal courts. Some material is historical, some is legendary; some is legalistic, some is didactic. For the most part the literature was written in Hebrew, but a few passages were written in Aramaic, a kindred language which came into common usage among the Jews during the post-Exilic era (after the sixth century B.C.). The Aramaic portions include Dan. 2:4b-7:28; Ezra 4:8-6:18, 7:12-26; Jer. 10:11; and one phrase in Gen. 31:47 “Jegar-sahadutha,” translated “Heap of Witness.”

      The term “Old Testament,”1 or more properly “Old Covenant,” is a Christian designation, reflecting the belief of the early Christian Church that the “new covenant” mentioned in Jer. 31:31-34 was fulfilled in Jesus and that the Christian scriptures set forth the “new covenant,” just as the Jewish scriptures set forth the “old covenant” (II Cor. 3:6-18; Heb. 9:1-4). Jewish scholars prefer the term “Tanak,” a word formed by combining the initial letters of the three divisions of the Hebrew Bible: Torah (Law), Nebhiim (Prophets), and Kethubhim (Writings).

      The Bible, as we know it today, is the end product of a long process of writing, editing and selecting of literature primarily concerned with Jewish religious concepts, and, as such, it has a long literary history. It cannot be assumed that a group of men composed writings echoing what they thought God was dictating. The Bible reflects historical situations, human events, men’s reactions to these happenings, and the belief that God was also involved in events….”

      ———————————————————-

      PESANAN SJ
      Pesanan saya untuk kalian yang membaca. Renungkanlah firman ALLAH s.w.t di dalam kitab suci al-Quran yang bermaksud :

      “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani itu sebagai teman rapat, kerana setengah mereka menjadi teman rapat kepada setengahnya yang lain; dan sesiapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman rapatnya, maka sesungguhnya ia adalah dari golongan mereka itu mereka itu. Sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang berlaku zalim.”
      (surah al-Maidah : 51)

      Renungkan, fahami dan hayati…
      selamat beramal..

       
  5. Siapa nak tahu

    07/12/2009 at 12:28 pm

    korang tahu x suara jagat ibarat orang gila talak…. baik x payah layan sebab kalo layan makin menjadi biar lah dia buat kerja copy paste x sudah2…
    korang pernah tengok ker orang gila talak macam ner?
    contoh dah ada x usah g tahu…

    korang pernah dengar cite x buat blog boleh dapat duit…
    sekarang suara jagat tengah promot blog dia lah untuk dapatkan duit…
    kesian so baik x payah masuk sbb “sj tgh buat sale pun sekarang”🙂 (ni Fakta)

    sj cite pasal Al-zaytun sebuah universiti yang sedang sesatkan orang .(betul ke?)
    secara logik akal ada ke mana2 Universiti hendak sesatkan orang?…
    so kenapa kerajaan negara mereka tidak mengambil tindakan? (jika benar sesat)…
    dan secara univesal pun x der pun buat tindakan(yang katakan sesat),
    yang aku dok heranlah kenapa sj x bawa je semua jabatan agama islam kat malaysia ni pergi jer universiti al-zaytun kat indonesia tu, ajaklah bantuan khas, polis,kastam, kerajaan duta malaysia buat secara rombongan masuk jer kat dalam universiti al-zaytun tu ..tengok betul2 tang mana yang dikatakan sesat..

    istiharkan secara umum..
    biar satu dunia tahu…
    masuk je kat semua tv bagi secara (live)

    ni asyik copy n paste je… cite yang bukan2 entahlah aku kekadang x paham kenapa ada lagi manusia macam nie

    bila dah masuk universiti al-zaytun jangan lupa ambik gambar suarajagat disana sebagai bukti…. ye( kalo nak pegi)

    suara jagat bukan ada tauliyah pun nak terjemahkan al-quran atau nak trabiyah orang kat dalam blog ni…
    secara tak langsung suara jagat pun dah kira sesat🙂

    ini semua fakta suara jagat jais yang bagitahu tidak percaya tanya jais yer…

    kepada semua pembaca so kita tidak payah menaibkan orang tanpa bukti dan segala usil periksa…
    cuba kita lihat kebanyakan masyarakat kita selalu tidak puas hati compalin je memanjang cari jer salah dan silap orang lain, kita harus sesama berkejasama jangan pecahkan keadaan orang melayu terutama sebab (agama kita islam)
    kalo buat kenduri pun ajak orang melayu juga,kahwin pun ajak orang melayu juga, selalu kita hidup dalam masyarakat bukan main nak cari salah orang lain je..
    ingatlah bila mati siapa yang tanam diri kita kalo orang melayu juga..
    kalo kita tidak saling tolong menolong dan berkerjasama esok mati tanam sendiri (kalo boleh), kita harus berubah kearah kemajuan

    P/s kepada yang suka main copy paste hentikanla perbuatan yang x sudah-sudah,
    kepada yang suka cari salah orang(udah2lah tu )salinglah bermaaf-maafan

    kepada suara jagat dunia ni luas manusia ada dimana mana saja…
    kalo nak cite pasal orang memang tidak ada kesudahan,

    secara umunnya kita saling bermaafan jangan biarkan anak kita ikut cara kita..
    macam budak2 (pernah tengok x kalo budak2 gaduh) macam lah sekarang ni

    ===========
    yang benar
    aznil

     
    • SUARAJAGAT

      07/12/2009 at 4:28 pm

      Benarkah saya sekadar melakukan ‘copy and paste’?
      untuk bahan2 bukti yang datangnya dari pihak NII, sudah tentu saya copy and paste kerana ianya membuktikan kesesatan NII.
      Khutbah ini sendiri sebagai contoh bersumber dari pihak yang secara terang-terang mendokong Syakh al-Zaytun dan pluralisme.

      Bagaimanapun, di dalam blog ini juga terdapat beberapa artikel yang di tulis sebagai pandangan dan pendapat saya.
      selain itu ada artikel-artikel lain yang saya paste dan berikan ulasan atau pandangan.

      Promote blog untuk dapatkan duit?
      di https://suarajagat.wordpress.com tidak ada satu pun iklan yang saya letak. Maka, adalah mustahil jika dikatakan SJ mendapat wang hasil dari blog ini.
      Demi ALLAH, Tuhan seru sekalian alam..saya tidak mendapat 0.01 sen pun dari blog ini.

      sj cite pasal Al-zaytun sebuah universiti yang sedang sesatkan orang .(betul ke?)
      secara logik akal ada ke mana2 Universiti hendak sesatkan orang?…

      Banyak pusat-pusat pengajian ilmu ketimuran yang dibina di negara Barat telah ditetapkan dengan silibus-silibus tertentu.
      Antara pusat pengajian yang dibuka untuk memesongkan akidah umat Islam ialah Qozan University di Rusia (1807 M), Moscow University (1911), Arab And Islamic History Knowledge School-Germany, Oriental School-Italy, Arab Spain School-Madrid (khas untuk thaqofah Arab), Egypt School-Madrid(khas untuk ilmu syariah), English University-Lahut Mesir, Yasuciyah University-Beirut, Oxford University, Cambridge University, McGill University serta California, Texas dan Chicago University.
      Tidak ketinggalan juga al-Jamiah al-Misriah di Mesir yang berkefahaman Barat.

      Di Indonesia,antara pusat pengajian selain dari Maahad al-Zaytun yang beraliran sesat, terdapat 2 lagi pusat pengajian yang diketahui umum sebagai pendukung Islam Liberal iaitu IAIN dan Universiti Paramida.

      so kenapa kerajaan negara mereka tidak mengambil tindakan? (jika benar sesat)…
      dan secara univesal pun x der pun buat tindakan(yang katakan sesat),

      Di Malaysia, perlembagaan negara ini menetapkan Islam sebagai agama rasmi.
      Hal ini amat berbeza dengan Indonesia.
      Walaupun diketahui bahawa majoriti rakyatnya beragama Islam, namun perlembagaan Indonesia tidak menetapkan Islam sebagai agama rasmi. Indonesia ialah sebuah negara pancasila sehinggakan kepercayaan tahyul juga turut diiktiraf. Inilah yang menjadi antara sebab mengapa ajaran-ajaran sesat sangat berleluasa dan sukar dibendung.

      Bagaimanapun, Forum Ulama Indonesia telah memfatwakan NII KW9 / MAZ sebagai aliran sesat.
      SJ amat berharap pihak Indonesia dapat melakukan tindakan tegas ke atas NII KW9/MAZ.
      Semoga para anti-NII di sana dapat berusaha hingga berjaya.

      Hartono Ahmad Jais antara individu yang membongkar tentang aliran-aliran sesat di Indonesia dan antara yang dikenalpasti ialah NII KW9 a.k.a Maahad al-Zaytun.

      dan secara univesal pun x der pun buat tindakan(yang katakan sesat),
      yang aku dok heranlah kenapa sj x bawa je semua jabatan agama islam kat malaysia ni pergi jer universiti al-zaytun kat indonesia tu, ajaklah bantuan khas, polis,kastam, kerajaan duta malaysia buat secara rombongan masuk jer kat dalam universiti al-zaytun tu ..tengok betul2 tang mana yang dikatakan sesat..

      Anda sendiri sebenarnya tidak tahu sejauh mana pihak SJ telah bertindak.

      Pihak bantuan khas?
      apa yang anda maksudkan bantuan khas?
      Klu anda maksudkan JPA 3, maka hal berkaitan permasalahan aqidah bukan fungsi jabatan tersebut.

      Polis?
      Tugas Polis Diraja Malaysia ialah menjaga keselamatan dalam negara Malaysia..bukannya menjaga keselamatan negara Indonesia.

      Kastam?
      Tugas kastam ialah mengutip cukai import dan eksport serta mengawal penyeludupan barang.
      Tidak ada kena mengena dengan permasalahan aqidah.

      Duta Malaysia?
      Tugas mereka ialah sebagai wakil kerajaan dalam menjaga hubungan politik dan ekonomi antara negara.

      istiharkan secara umum..
      biar satu dunia tahu…
      masuk je kat semua tv bagi secara (live)

      jangan kelak menyesal dengan cabaran anda.
      Sebelum ini juga telah ada pihak yang membongkar kesesatan NII di media massa.

      suara jagat bukan ada tauliyah pun nak terjemahkan al-quran atau nak trabiyah orang kat dalam blog ni…
      secara tak langsung suara jagat pun dah kira sesat

      SJ tidak pernah menterjemahkan sendiri ayat-ayat al-Quran. SJ juga mempunyai kebenaran untuk berdakwah dan mentarbiyyah melalui pelbagai medium dakwah termasuk blog. Selain itu SJ berpegang kepada Islam dengan kefahaman ahli sunnah wal jamaah dan salafus soleh.

      ini semua fakta suara jagat jais yang bagitahu tidak percaya tanya jais yer…

      Fakta di SUARAJAGAT daripada jais?

      Pertama.
      sila lah tanya bukan sahaja kepada jais tetapi kepada JAKIM dan semua jabatan agama di Malaysia.
      Nampak sangat anda hendak menipu di sini.

      Kedua,
      memandangkan anda menyebutkan perkataan fakta..ini bererti anda sendiri sebenarnya mengakui bahawa apa yang disampaikan oleh SUARAJAGAT tentang kesesatan Maahad al-Zaytun adalah benar.

       
      • anti suara jagat!

        19/12/2009 at 11:38 am

        sj-ko mmg copy paste jer..hurm..ko pg la kat stesen tv malaysia,mintak dorang wat liputan secara khas n live..tgok tag mane sesat alzaytun tu.baru lah aku caye…ntah2 ko yg sesat kot..
        -whosna zoolyecar-

         
    • MelayuKONON

      08/12/2009 at 11:59 am

      Siapa nak tahu,

      Kata-kata dia ni kebanyakan yer fitnah jer, yang tiada kata ada.. Yang ada hanya tipu belaka..

      Konon sokong melayu, kalau aku orng melayu pastu diberi pilihan antara org melayu aku pilih yang beragama Islam. Biar bangsa dan kaum apa sekalipun namun tetap beriman pada Allah S.W.T. Kalau siapa nak tahu, jenis org-orang macam siapa nak tahu di atas ni mmg suka memcah belahkan masyarakat. yang keruh akan makin keruh. Tapi golongan ini tak banyak, justeru berhati-hati la yer…

       
  6. al-kahfi

    09/12/2009 at 2:29 pm

    sape nak borang masuk NII al Zaytun tanyalah SJ. skarang ni kadar faedah tawbat berapa % aku pun tak tau.. tanyalah mas’ul dan pimpinan slot anda… 58:12 jangan dilupa.. Rasul dan Malaikat NII sedia menanti anda.

     
    • SUARAJAGAT

      09/12/2009 at 3:25 pm

      terima kasih al-kahfi..
      borang masuk itu boleh di minta dari abi, mas’ul dan ahli GPK..
      tapi polis, tentera dan anggota penguatkuasaan tak dibenarkan join..

       
    • anti suara jagat!

      19/12/2009 at 11:33 am

      sj n al kahfi:-tak perlu lah perli2 org.jga diri sendiri lagi bagus..kan fitnah,mengumapt tu antara dosa2 besar..baik dok rumah,solat lg bagus..
      -whosna zoolyecar-

       
  7. tokpakir

    10/12/2009 at 4:44 pm

    aku kawan ngan produk yahudi sahaja macam sj ..

     
  8. menu utama

    11/12/2009 at 5:50 am

    INGREDIENTS :

    3 lb whole chicken, cut into 8-10 parts, skinless preferably
    2 tbsp turmeric powder
    1 tbsp salt
    sufficient peanut or vegetable oil
    1 cup red onions, chopped
    2 tbsp ginger, grated
    4 cloves garlic, minced
    1 can [6 oz] tomato puree
    ½-1 cup or to taste, chili paste
    3 tbsp hot chili sauce, or to taste
    1 cup tomato ketchup
    2 tbsp dark sweet soy sauce
    1 large onion, cut into rings
    ½ tbsp sugar
    salt to taste
    2 cups water
    3-4 kaffir lime leaves [Substitute; zest of 1 lime]
    2-3 pandan leaves [optional]
    corn or vegetable oil for pan frying
    a few sprigs fresh coriander leaves [cilantro] for garnish [optional]
    Variation: Substitute chicken with beef, mutton or lamb for ‘Daging Masak Merah’ [Red-Cooked Meat].

     
  9. al-fathir

    17/12/2009 at 1:34 am

    Assalamualaikum. Saya bekas nii, sampai sekarang masih confius dan bingung mana satu yg betul dan mana satu yg salah. Kalau difikirkan logiknya, hujah nak mengatakan yg nii ni salah, yg paling kuat ialah seleweng harta dan memeras pengikut. Tapi bila difikirkan balik, apa yg ada kat malaysia ni betul ke? dgn maksiat ke mana, quran ramai tak tau, dan kalau xde pembaharuan kat agama kat negara kita ni, sampai bila2 kat takuk ni jugak, ntah2 makin teruk. Saya dulu keluar nii sbb masalah kerja x tentu hala. Balik program kul 4 pg tiap2 malam sampai kerja xleh nak perform esoknya. Still contact dgn yg masih aktif. Sedang memikirkan nak join balik ke xnak. Bingung…

     
  10. al-fathir

    22/12/2009 at 11:56 am

    kalau penah dgr…sama la tu…area5 dulu.

     
  11. al-fathir

    22/12/2009 at 11:57 am

    Apa yg jelas nya Islam hari ni perlu satu revolusi

     
  12. ex-R27

    05/06/2010 at 1:57 am

    aku pun bekas nii…tapi aku keluar bukan niat sengaja..sebab masalah kewangan mendesak… dah terlalu malu dengan umat2 lain sebab aku ada anjurkan skim pelaburan..disebabkan kerugian, aku malu nak menghadapi situasi ni..aku dulu jurutera, lepas masuk nii, dah M2 memang komitmen bertambah..tepaksa berhenti keje… sampai skrg memang follow perkembangan… dengarnya ramai yg dah tak program…tak pasti apa terjadi ngan wilayah malaya

     
    • suarajagat

      05/06/2010 at 3:02 pm

      ex-R27…nasihat SJ buat insan seperti anda ialah untuk kembali ke jln yang benar. Bertemu dan belajarlah dengan pada ustaz yang mengadakan kuliah2 pengajian di masjid/surau. Terutamanya kuliah-kuliah maghrib yang sering di isi dengan pengajian tafsir, fekah, hadis, pengajian kitab dan sebagainya.

      apakah berhenti kerja merupakan satu pengorbanan utk NII? atau mungkin boleh disebut bahawa NII telah menyebabkan anda terkorban?

      Bagi sy, ilmu kejuteraan tersebut sgt penting dalam melaksanakan tggjwb sebagai khalifah di muka bumi.

      Buanglah jauh2 doktrin NII..dan kembalilah ke jalan yang benar.

       
  13. ilmupendamai

    22/07/2010 at 12:24 pm

    soalan saya…

    apakah; 1) A-QURAN 2) Sunnah Rasul-Nya 3) ADd-deen Islam. sebagaimana yg difahami dilaksanakan oleh Nabi Muhammad? Dan adakah setiap diri kita sudah melaksanakannya sehingga tegaknya Deenul Haq itu?

     
    • suarajagat

      22/07/2010 at 11:05 pm

      1) A-QURAN 2) Sunnah Rasul-Nya 3) ADd-deen Islam. sebagaimana yg difahami dilaksanakan oleh Nabi Muhammad?

      saya kurang jelas dengan soalan ini..kerana struktur bahasa yang agak celaru.

      Dan adakah setiap diri kita sudah melaksanakannya sehingga tegaknya Deenul Haq itu?

      saya akui, bahawa tidak semua individu muslim telah melaksanakan sepenuhnya tuntutan agama..namun kita tidak boleh menafikan bahawa masyarakat hari ini kian menyedari pentingnya menjaga keluhuran agama. Dari gaya penulisan komen anda, saya teka, anda mungkin antara yg terbabit dengan NII KW9.

      Tidak dinafikan bahawa pelaksanaan pentadbiran Islam belum terlaksana sepenuhnya di negara ini. Pun begitu, kita tidak boleh menafikan bahawa negara kita sebagai sebuah developing islamic state dan penerapan Islam sentiasa in progress. Selain itu, kita juga tidak mengabaikan maqasid syariah demi kesejahteraan masyarakat.

      Soalan anda ini juga tidak membuktikan bahawa maahad al-zaytun itu benar. Malah pelaksanaan Islam di MAZ juga bukanlah deenul haq…mengapa mesti bible dan Torat dijadikan hujah dan panduan oleh al-zaytun? sehinggakan bila paderi kristian berdoa, Panji Gumilang dan warga al-Zaytun mengaminkannya..

      na’uzubillah..

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: