RSS

Amin Djamaluddin: Ajaran ESQ Ary Ginanjar tentang Asma Allah Jelas Menyimpang

11 Jul

Isu pewartaan Fatwa ESQ yang dikeluarkan oleh SS Mufti Wilayah Persekutuan terus mendapat perhatian umum. Ada yang menerimanya secara positif dan ada juga yang tidak dapat menerimanya. Fatwa SS Mufti Wilayah tersebut turut menarik perhatian H Amin Djamaluddin, Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI). Artikel di bawah bertarikh 9 Julai 2010 berikut saya paparkan bukan untuk SJ menghentam sesiapa tetapi sebagai bacaan, maklumat dan pengetahuan kita bersama. Mungkin ada sesuatu yang patut kita fikirkan…

bersumber dari :

http://voa-islam.com/news/profile/2010/07/09/7966/amin-djamaluddinajaran-esq-ary-ginanjar-tentang-asma-allah-jelas-menyimpang/

Amin Djamaluddin: Ajaran ESQ Ary Ginanjar tentang Asma Allah Jelas Menyimpang

RAMAINYA kontroversi ESQ Model Ary Ginanjar Agustian setelah difatwa sesat oleh Mufti Malaysia, tak luput dari perhatian H Amin Djamaluddin. Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini memang telah menjadi rujukan informasi berbagai aliran dan paham sesat di Indonesia. Hampir setiap aliran sesat yang merebak di nusantara, Aminlah yang menjadi saksi ketika kasusnya disidang di pengadilan.

Bulan lalu, tepatnya 1 Juni 2010 tokoh bersahaja yang akrab disapa Pak Amin menjadi saksi ahli dalam sidang penodaan agama yang dilakukan oleh aliran sesat Surga Eden Cirebon, Jawa Barat. Aliran Surga Eden yang dipimpin oleh Nabi Palsu Tantowi ini divonis sesat karena ajarannya menyimpang dari Islam, antara lain: pimpinannya, Ahmad Tantowi mengaku sebagai Tuhan semesta alam yang menjanjikan surga bagi pengikut wanitanya dengan satu syarat: mau ML (bersetubuh) dengannya. Sebagai tuhan sekte, Tantowi melarang pengikutnya mengamalkan syariat agama Islam, seperti shalat lima waktu, puasa ramadhan, dan mengaji Al-Qur’an.

Ditemui wartawan voa-islam.com, Kamis malam (8/7/2010) di kantor Lembaga

Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) kawasan Tambak, Jakarta Pusat, pakar dan pemerhati aliran sesat ini bicara blak-blakan tentang ESQ. Dengan bahasa yang gamblang, tanpa tedeng aling-aling, Pak Amin yang juga pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Pusat ini menyatakan penyimpangan ajaran ESQ Ary Ginanjar dalam buku resmi ESQ. Berikut petikan wawancaranya:

Soalan : Bagaimana tanggapan Pak Amin tentang kontroversi ESQ Ary Ginanjar.

Bagi saya, setelah membaca buku “Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ” yang ditulis oleh Ary Ginanjar, pemahaman tentang Asmaul Husna itu jelas sangat menyimpang.

Sebab dalam ayat itu kan disebutkan “walillahil asmaa`ul Husna fad’uuhu bihaa.” Begitu perintah Allah dalam Al-Qur’an. Terjemahan Depag disebutkan, “Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu.”

Di situ ada kata “hanya.” Asmaul Husna itu hanya milik Allah. Kita diperintahkan “fad’uhu biha” bermohonlah kepadanya dengan menyebut Asmaul Husna itu, yaitu berdoa dengan menyeru: Ya Allah, ya Rahman, ya Ghaffar, dan seterusnya.

Tapi Asmaul Husna dalam buku ESQ diartikan menyimpang. Misalnya “Al-Majid” diartikan saya bersifat mulia. “Al-Majid”nya Allah diartikan Ary Ginanjar dengan makna “saya bersifat mulia.” Mengaku sebagai orang yang mulia itu adalah sifat yang angkuh dan sombong. Kalau orang lain yang menilai kita mulia, itu ndak masalah. Tapi kalau kita sendiri yang mengaku mulia, ini kan pengakuan yang angkuh dan sombong.

Contoh lainnya, Asmaul Husna “Huwal awwalu wal-akhir” diartikan menjadi “saya bersikap selalu menjadi  orang pertama dan terakhir.” Ayat “Huwal awwalu wal-akhir” itu disamakan dengan kita.

Tidak bisa manusia masuk menyerupai asma Allah, kekuasaan Allah, kebesaran Allah, dan Rahman Rahimnya Allah. Tidak bisa! Jangan dibandingkan manusia dengan Allah. Apa sih artinya manusia, kok dibandingkan dengan kebesarannya Allah?

Soalan : Apa saja yang dinilai menyimpang dalam buku ESQ tersebut?

Menurut saya, kesalahan yang paling mendasar dalam buku ESQ ini adalah penyimpangan makna Asmaul Husna, karena ini adalah kunci dan inti buku ini. Dalam buku ini, masalah Asmaul Husna merupakan kesimpulan akhir.

Asmaul Husna “Al-Muqsith” diartikan saya adil dalam menghukum. Bagaimana mungkin menyamakan keadilan Allah dengan keadilan manusia?

Ini adalah penyimpangan yang ingin menyaingi Allah SWT. Sama kayak HMA Bijak Bestari yang dulu sering tampil di televisi tiap Sabtu mengobati orang. Bijak Bestari mengaku dirinya tuhan tertinggi di atas Allahu Akbar. Allahu Akbar setingkat di bawah dia. Hampir sama ESQ dengan HMA Bijak Bestari.

Soalan : Bagaimana dengan doktrin ESQ Ary Ginanjar yang menjadikan suara hati sebagai sumber utama kebenaran?

Dalam buku tersebut Ary Ginanjar menulis imbauan: “Pergunakanlah suara hati anda yang terdalam sebagai sumber kebenaran, yang merupakan karunia Tuhan” (Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ, hal. liv).

Ini tidak benar. Tidak ada ukuran kebenaran dengan suara hati. Manusia tidak bisa menemukan kebenaran kalau mengikuti suara hati. Karena kebenaran itu hanya dari Allah dan Rasul-Nya. Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 147 Allah menyatakan: “Al-haqqu min robbika.” Kebenaran itu hanya dari Allah. Jadi tidak ada jaminan kebenaran berdasarkan suara hati.

Apa sih artinya suara hati? Kebenaran menurut Islam, sumbernya adalah qolalloh dan qola rosululloh (apa kata Allah dan Rasulnya, red.). Jangan jadikan suara hati sebagai sumber kebenaran, karena setan bisa mengendalikan hati.

Apa ukurannya, rumusannya apa kalau suara hati dijadikan kebenaran? Karena suara hati setiap orang itu berbeda-beda. Jangan coba-coba jadikan suara hati sebagai sumber kebenaran!

…ESQ tidak benar. Manusia tidak bisa menemukan kebenaran kalau mengikuti suara hati. Karena kebenaran itu hanya dari Allah dan Rasul-Nya. Jadi tidak ada jaminan kebenaran berdasarkan suara hati…

Soalan : Tapi menurut Ary Ginanjar, Nabi Muhammad adalah pemimpin yang mengandalkan logika dan suara hati.

Tidak benar! Rasulullah itu bertindak sesuai dengan petunjuk dan wahyu Allah. Rasulullah itu tidak menggunakan suara hati, tapi dibimbing wahyu.

Rasulullah pernah memakai sepatu (khuf). Ketika bersuci, Rasulullah mengusap bagian atas sepatu. Padahal menurut logika, seharusnya yang diusap (dibersihkan) adalah bagian bawah sepatu, karena yang kotor adalah bagian bawah sepatu. Makanya dalam hadits Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

“Seandainya agama itu dengan akal niscaya yang lebih pantas diusap adalah bagian bawah khuf daripada bagian atasnya. Sungguh aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap di atas kedua khufnya.”

Agama adalah wahyu, bukan logika dan suara hati. Logika dan suara hati setiap manusia itu tidak sama.

Soalan : Bagaimana dengan klaim Ary Ginanjar bahwa mukjizat Nabi itu tidak bisa diterima dengan akal?

Masuk akal atau tidak, mukjizat Nabi itu harus kita terima dengan iman. Karena mukjizat itu memang tidak bisa diterima oleh akal. Tapi iman bisa menerimanya. Jangan menolak mukjizat meskipun akal tidak bisa menerimanya.

Makanya kayak aliran Isa Bugis yang menolak mukjizat karena dianggap tidak sesuai dengan akal pikiran.


Soalan : Apa sikap Pak Amin terhadap para tokoh Islam yang mendukung ESQ?

Saya akan temui MUI dan Dewan Dakwah yang mendukung ESQ Ary Ginanjar. Juga kepada orang Depag yang membela ESQ akan saya temui, akan saya jelaskan masalah ini.

Ini menegakkan aqidah. Ini bukan soal Malaysia atau Indonesia, tapi masalah aqidah. Masalah aqidah tidak terbatas wilayah negara. Orang kok diajak supaya menjadi seperti sifatnya Allah, ini tidak benar.

Asma Allah “Al-Majid” diartikan Ary Ginanjar dengan makna “saya bersifat mulia.” Hanya iblis saja yang punya prinsip “ana khairun minhum” (aku lebih baik, red.) itu.

Karena ini masalah akidah, siapapun yang bertanya akan saya jelaskan bahwa ESQ ini menyimpang.

…Hanya iblis saja yang punya prinsip “ana khairun minhum” (aku lebih baik)…

Soalan : Apa imbauan Pak Amin untuk ESQ Ary Ginanjar?

Saya berharap agar dia kembali kepada kebenaran, mudah-mudahan dalam hal ini hanya khilaf karena kurangnya pemahaman tentang agama. Mudah-mudahan sadar kembali kepada kebenaran, dan mau mengakui kesalahannya. Namanya manusia itu bisa saja salah. Kita bukan cari ribut, tapi kalau dia tetap bertahan, ya akan jadi masalah nanti. Rujuklah kepada al-haqq.   [taz, zak/voa-islam.com]

 
 

11 responses to “Amin Djamaluddin: Ajaran ESQ Ary Ginanjar tentang Asma Allah Jelas Menyimpang

  1. Gerakan Pemuda Carrefour

    12/07/2010 at 11:49 am

    Saya berharap, pihak MUI juga akan mengambil tindakan sewajarnya dengan segera.

     
  2. jebat

    12/07/2010 at 2:55 pm

    Panel Kajian Aqidah Jakim telah membuat kajian tentang ESQ.. kemudian dibentangkan di Majlis Fatwa dengan usulan mengharamkan (bukan memperbaiki). Mereka yg membuat kajian telah diberi kesempatan membentangkannya. Kemudian diberi pula kesempatan membahaskan kajian mereka dan berdailog dgn Dr Ary Ginanjar di hadapan para Mufti di Muzakarah majlis Fatwa. Setelah itu Majlis Fatwa kebangsaan, sepakat membuat kesimpulan ini masalah zonni yg ble diperbaiki. Tugas memantau dan menjaga ‘esq dan modulnya’ supaya sentiasa di atas landasan yg benar diserahkan kepada Panel Syariah & Aqidah ESQ yg terdiri dari mereka yg terbukti selama ini bersungguh dlm menjaga aqidah di Msia. Soalnya sekarang… mengapa Wilayah beriya2 menentang esq dan tidak memberi sedikitpun kesempatan bersangka baik dgn esq? Bagaimana jika kita bersikap memperbaiki… bukan mengharamkan… tapi kalau nak haramkan juga, itu hak wilayah. ESQ, janganlah buat training di wilayah yg diharamkan… masih banyak yg memerlukan training esq di negeri2 lain.

     
    • suarajagat

      12/07/2010 at 11:51 pm

      boleh saya tahu dari sumber mana anda mendapat kronologi ini?🙂

      Ingatlah kata-kata saya ini sampai bila-bila demi menjaga akidah kita :

      “sekiranya perkataan God di dalam Bible (yang wujud pada hari ini) digantikan dgn kalimah ALLAH, ia tidak bermakna Bible itu adalah kitab ALLAH atau firman-NYA. Ia tidak menjadikan Bible itu suatu yang benar, sekalipun jika ada pihak menulis ayat al-Quran di dalamnya.”

      Apakah kalian rela memakan nasi ayam yang di masak oleh seorang muslim sedangkan ayam tersebut disembelih oleh seorang yang beragama buddha, hindu atau kristian?
      Apakah kerana anda membaca doa makan dan basmalah sebelum menyuap makanan tersebut ke dalam mulut menjadikan ayam itu halal?
      apakah kerana anda kenyang memakannya, bermakna makanan itu adalah halalan toyyibah dan mendapat keberkatan ALLAH?

      SJ berpendirian untuk menyokong, menerima dan mengikuti fatwa SS Mufti Wilayah.

      Sekiranya terdapat apa juga penyelewengan yang pernah berlaku, sedang berlaku dan mungkin akan berlaku secara sedar ataupun secara tidak sedar bertitik tolak dari ESQ 165 ini.. maka saya berlepas diri darinya.

      sabda Baginda SAW: “Tinggalkanlah perkara yang meragukan kepada perkara yang tidak meragukan”.

      wallahu’alam

       
  3. taufiq

    12/07/2010 at 3:36 pm

    ah, bapak yang satu ini kok nampak mengada-ada sekali ya. tampak sekali terkesan mengklaim kebenaran ada pada dirinya. seolah pihak lain salah dan menyimpang dan di lain pihak seolah dirinya slalu bener. kalo mau discuss ya boleh pak. tapi jangan mengklaim begitu, seolah pak ini akan menjelaskan kepada semua orang yang mendukung esq. pak katanya pengurus mui pusat dan ddii. lha pak kh amidhan yang ketua mui pusat aja udah bikin rekomendasi untuk esq, juga ketua ddii pusat. pun demikian ormas-ormas besar seperti nu (kh hasyim muzadi), muhammadiyah (prof dr dien syamsudien), icmi, dan lain sebagainya. masak semua salah dan bapak aja yang bener. duh-duh… istighfar deh..

     
  4. jebat

    13/07/2010 at 5:29 pm

    Pak SJ… jika mau tahu yang lebih detail kronologi juga boleh saya berikan. Kerana esq ini bidang kajian saya. malah, kisah Ary Ginanjar juga telah banyak saya kumpulkan. dalam nak menerima atau menolak mana2 peribadi, tidak semudah kita membuat tesis tentang batu atau pokok. Ini manusia, yg kita ragukan aqidahnya. kalau kita tuduh dia liberal, kalau salah, tuduhan tu balik pada kita. jadi sebab tu, saya kaji banyak benda terutama peribadinya sendiri. Ary Ginanjar orang yg solat 5 waktu. puasa, zakat, mengerjakan haji beberapa kali. Umrah setiap tahun. Tak pernah saya mendengar kuliahnya yg mengajarkan atau menyampaikan agama itu semuanya sama. Tak pernah. yang pernah saya dengar, bagaimana dia meminta kami para alumni bersyukur di lahirkan sebagai Islam dan menjadi umat Nabi Muhammad… dia menceritakan mengapa dia bersungguh2 untuk menyebarkan training ini keseluruh dunia… hanya satu kerana janjinya pada Allah di hadapan Multazam tahun 2001.

    dia juga pernah menceritakan pada kami betapa dia gembira memberi training di Malaysia kerana boleh bercakap tentang Islam secara terang-terangan, boleh melaungkan takbir dengan bebas… bersyukurlah kerana hidup di negara seperti Malaysia katanya… banyak lagi yg tak sesuai nak saya ceritakan di sini. Tapi kalau saudara SJ benar2 ikhlas nak tahu, solat hajat. Buang persepsi dulu… kemudian minta Allah berikan jawapan. Saya ikuti perkembangan esq ni dari training angkatan 1 di malaysia. Saya tak salahkan ust Aizam, juga kwn2 di Jakim juga Datuk Mufti sendiri. Itu keyakinan mereka ESQ menyeleweng hasil kajian mereka. Tapi terus-terang saya katakan, kajian mereka menyeleweng sebenarnya kerana bermulanya kajian itu dengan sangka buruk. jadi yg buruklah yg mereka temui… saya tak kata mereka buat fitnah, tidak… tetapi cara mereka memandang kesilapan yg mereka temui dalam esq tu tak sama macam para mufti lain yg juga nampak ada kesilapan dalam esq, tapi tahu ia boleh diperbaiki… masakan ex KP Jakim tak tahu esq ni ‘sesat’ sedangkan dia selalu ada di tempat training dan buku Pak Ary tu dibacanya dan dikajinya teliti. Tapi sebab apa dia nak perbaiki? Sebab dia dah kenal hati budi pak Ary… seorang manusia biasa yg mahu menyebarkan islam melalui cara motivasi dan training… ada kesilapan sama2 baiki. Kenapa nak haram? Bab ni saya tak faham…

    saudara, tak sama esq ni dengan nasi ayam yg disediakan oleh orang kafir… esq ni disediakan oleh orang muslim… intinya yg sebenarnya adalah tauhid! yg teori2 barat, lagu2, game, god spot, tu semua hanyalah tools untuk menjadikan ia sebuah training. supaya boleh diambil oleh petronas, sime darby, dll. Apa yg disampaikan oleh esq dah disampaikan oleh banyak ustaz yg lain cuma kerana metodenya, ia jadi sangat berkesan. Ini diakui oleh Tan Sri Harussani. Dengan bercucuran air mata, dia menyampaikan… dulu waktu dia baca surah Ar Rahman, dia menangis sendiri-sendiir… orang lain tak faham. Tapi di dalam training ESQ (lanjutan), apabila trainer membacakan surah Ar Rahman, satu dewan (300 orang) menangis bersama-sama… alangkah terasa indahnya ayat2 Al Quran itu… fikirkanlah… jangan cepat menghukum… lambat sikit tak apa, asalkan selamat di hadapan Allah nanti… maaf zahir batin.

     
    • suarajagat

      14/07/2010 at 12:13 am

      nampaknya..anda tidak memahami soalan saya..jadi sekali lagi saya tanyakan :

      Apakah kalian rela memakan nasi ayam yang di masak oleh seorang muslim sedangkan ayam tersebut disembelih oleh seorang yang beragama buddha, hindu atau kristian?
      Apakah kerana anda membaca doa makan dan basmalah sebelum menyuap makanan tersebut ke dalam mulut menjadikan ayam itu halal?
      apakah kerana anda kenyang memakannya, bermakna makanan itu adalah halalan toyyibah dan mendapat keberkatan ALLAH?

      dan saya ingatkan juga :

      “sekiranya perkataan God di dalam Bible (yang wujud pada hari ini) digantikan dgn kalimah ALLAH, ia tidak bermakna Bible itu adalah kitab ALLAH atau firman-NYA. Ia tidak menjadikan Bible itu suatu yang benar, sekalipun jika ada pihak menulis ayat al-Quran di dalamnya.”

      diharap pembaca juga merujuk http://www.muftiwp.gov.my/v1/doc/KRONOLOGI_FATWA_ESQ.pdf

       
  5. jebat

    13/07/2010 at 5:44 pm

    oh ada lagi satu.. Ary Ginanjar ni dah melahirkan 100 orang trainer yg boleh memberikan training setanding dengan dirinya sendiri. Mereka ini dihantar bertebaran ke seluruh Indonesia dan Malaysia memberikan pelatihan. Apabila dihitung, kalau Ary Ginanjar nak jadi kaya, dia tak perlu buat kerja susah ni… dia je bagi training, satu kelas 2000 orang… buat setiap bulan. tak payah ke daerah2 di Indonesia. Buat hanya di Jakarta, siapa yg nak ikut mesti ke Jakarta… untungnya jauh lebih berpuluh kali ganda dari apa yg didapatkannya sekarang. Sekarang kos kapalterbang je ratusan ribu ringgit setiap bulan. Belum gaji para trainer dan alaun mereka. Nak melatih lagi… jawapannya hanya satu… mereka akan terus menyebarkan ini bila saya sudah tidak ada… umur saya sudah 45 tahun. kapan saja bisa meninggal… merekalah yg saya harapkan akan meneruskan perjuangan menyampaikan iman, islam dan ihsan ini…

    bila di tanyakan pada org esq, apa perasaan dituduh sesat, menyeleweng dan diharamkan… mereka hanya menjawab, inikan hanya sedikit dari apa yg dilalui oleh para pejuang. Mereka hanya cuba membawa dunia HR yg selama ini dikuasai oleh barat kembali kepada Al Quran, kepada Islam. mereka tahu mereka bukan ulama, mereka orang HR, management… salahkah kami ingin menggunakan Al Quran dan iman, islam dan ihsan? jika salah, mohon dinasihatkan. Di Indonesia, ESQ disupport dan didukung oleh para ulamaknya. Di Malaysia, waktu baru2 masuk ke Malaysia, mereka meminta nasihat dari jakim tetapi tak ada jawapan… yg timbul kemudian adalah tuduhan sesat dan usulan pengharaman.

     
    • suarajagat

      14/07/2010 at 12:17 am

      Di Indonesia, ESQ disupport dan didukung oleh para ulamaknya.

      bukankah artikel di atas menunjukkan tetap ada ulama yg tidak menyokong ESQ…?

      **kepada semua, SJ mungkin tidak sempat menjwab komen kalian dalam kadar segera kerana kesibukan tugas harian.

       
  6. jaidi

    14/07/2010 at 10:50 am

    Assalamu’alaikum wbt,

    Saya rasa kagum dengan H Amin Djamaludin yang begitu telus dengan kritikannya terhadap esq dan ary ginandjar walaupun nampaknya beliau ‘menongkah arus’ memandangkan begitu ramai “sokongan ulama’ kepada esq.

    Apakah benar semua sokongan ini terhadap esq, dari ulama Malaysia dan Indonesia? Bukankah dulu Arqam suka mengemborkan nama-nama orang kenamaan semata-mata kerana mereka telah buat pertemuan dengan Abuya. Akhirnya Arqam tetap diharamkan.

    Begitu juga dengan penyertaan training esq (dimana si peserta tidak tahu apa yang akan dia alami, didalam training, dia pergi dengan open-mind semata-mata) tidak bolih dikategorikan sebagai penyokongan kepada esq modul.

    inilah yang selalu di gembar-gemborkan olih esq….sipulan dah ikuti training kita. (mungkin sipulan tidak setuju langsung, tetapi ia terus dimasukan kedalam senarai puluhan ribu ‘alumni’nya. nah, ini satu marketing ploy.

    2. bagaimana dengan Negara Brunai Darussalam, yang mula menerima esq training sekitar akir 2006, kemudian terus dihentikan. JAKIM perlu mendapatkan maklumat berkaitan perkembangan itu.

    3. saya kira wajar JAKIM membuat perjumpaan beramai-ramai bekas peserta training esq yang TIDAK SETUJU dengan modul tersebut, supaya bolih mendapat timbalnbalas.

    Juga supaya JAKIM dapat berlaku ADIL, kerana penyokong aliran esq terdiri dari orang ternama, ada akhbar hariannya sendiri, dan sememang pun ada pertemuan anatara JAKIM dan ESQ LC sdn bhd.

    Wallahu aa’laam.

    JAIDI.

     
  7. Fuzi

    21/07/2010 at 4:45 pm

    Assalamualaikum wrt. wbt.

    Nampaknya perbincangan semakin hangat dan panas. Pada pandangan saya, fatwa yang dikeluarkan bukanlah semberono dengan tidak ada kajian yang penuh teliti. Tambahan pula yang difatwakan itu bukan melibatkan program sahaja, tetapi turut sama terlibat ialah orang. Dalam Islam, kita tidak boleh menuduh orang sembarangan tanpa usul periksa yang sangat teliti. Jadi kenalah kita faham apabila fatwa itu dikeluarkan, ia bukanlah fatwa main-main. Suasana heboh dan riuh rendah yang berlaku hari ini adalah akibat orang yang tidak memahami fatwa yang dikeluarkan. Satu pihak yang menyokong ESQ sebenarnya melihat kesan dan hasil daripada trianing ESQ. Mereka kata ramai yang berubah, iman mereka katanya makin bertambah, produksi syarikat mereka makin meningkat dan sebagainya. Jadi, kelompok ini tidak dapat menerima bila fatwa Wilayah kata sesat dan haram. Kalau sesat, mana boleh jadi hasil kesan yang baik dan sebagainya. Sebaliknya Fatwa Mufti Wilayah adalah menyentuh soal atau perkara dasar yang menjadi asas training seperti God Spot, proses ZMP yang mampu menghasilkan semacam perkara luar biasa, Suara Hati yang seolah-olahnya meletakkan Allah di dalam hati manusia, penceritaan kisah nabi Ibrahim, Musa dan Muhammad dengan penafsiran yang salah. Perkara-perkara itu yang dikatakan sesat dan semua itu menjadi asas kepada training itu. Semua itu mempunyai kaitan dengan Islam LIberal dan pluralisme yang amat popular di Indonesia, even di institusi pengajian tinggi Islam di sana, tetapi tidak di Malaysia. Jadi, kita kena fahamlah mengapa fatwa itu dikeluarkan walaupun orang mungkin tak suka. Bukanlah fatwa itu dikeluarkan kerana persepsi pun telah buruk seperti yang disebut oleh saudara kita di atas. Contohnya, kita nak keluar dari rumah dan kita lihat di langit nampaknya gelap seperti akan hujan. Jadi apa persepsi kita ketika itu dan apa tindakan kita ketika itu! Apakah kita kata “aku tak buat persepsi sebab persepsi adalah negatif dan tak nak bawa payung sebab itu menunjukkan aku berpersepsi negatif”. Jadi kalau hujan “alamat basahlah ye..”. Satu lagi …kalu siapa yang ada anak tu..kita nak hantar tuisyen ke tak payah! Cuba fikirkan persepsi apa yang muncul dalam kepala kita terhadap anak-anak kita… tanyalah diri anda. Sebab itu ye…cuba kita tanya diri sendiri, bukankah itu sebenarnya kerana hasil ilmu atau pengetahuan yang kita ada maka kita boleh mengagak apa yang akan terjadi berdasarkan sebab dan akibat. Moral of the story is this: bukan semua persepsi itu negatif”. Jadi tolong dapakan maklumat yang jelas dulu yang mana yang menjadi bahan pengharaman. Jangan buat persepsi..ingatlahhhh…ingatlahhh Pak Ary kata..’jangan kamu berbuat persepsi”

     
  8. nur iman

    25/07/2010 at 9:26 am

    Assalamu’alaikum wbt.

    saya ingin meyoal saudara Jebat, dalam hujah-hujah beliau:

    1. kenapa Jebat, dan juga Ary, menitikberatkan soal IBADAH Pak Ary seperti:

    a. berapa kali dia pergi umrah setiap tahun (kan lebih baik duit itu di serahkan kepada fakir miskin atau dibantu projek yang menguntungkan UMMAH?);

    b. berapa banyak solat sunat dan lain-lain ibadah sunnat yang pak Ary buat sejak Fatwa dikeluarkan: KENAPAKAH PAK ARY SENDIRI TAK IKUT ANGLE PRINCIPLE YANG DIAJARNYA (sila lihat muka 124, buku ESQ 11/12/2001)?

    2. Fatwa SS Mufti WP mempersoalkan AQIDAH, bukan IBADAH pengasas ESQ ini. Jadi kenapakah interviu Ary dengan Ahmad Yani (Sinar Harian, ba

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: